sqIus80d5VwRjHCsULqdp1Lmmq7jVxCChULbkU68

Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting, Treknya Bikin Insecure

Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Jawa Tengah. Secara administratif gunung Merbabu mencakup beberapa kabupaten yaitu Magelang, Boyolali dan Semarang. Gunung Merbabu sangat terkenal akan keindahannya, seperti gunung-gunung lain, Merbabu punya ciri khas sendiri yang membuat orang kepincut untuk mengunjunginya. Salah satu yang paling khas dari Gunung Merbabu adalah sabana rumput yang hijau nan luas membentang, sangat memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.

Sudah sejak lama wisata pendakian gunung Merbabu mati suri alias ditutup untuk umum. Mungkin sejak pemberlakuan PPKM di Indonesia, dan baru-baru ini kembali dibuka berdasarkan ketentuan pemerintah yang sudah memperbolehkan tempat-tempat publik untuk dibuka, termasuk tempat wisata.

Para pendakipun menyambut antusias pembukaan Gunung Merbabu, mengingat Merbabu merupakan salah satu gunung favorit di Jawa sehingga hampir setiap hari kuota pendakian selalu full di booking oleh para pendaki. Memang sih kuotanya masih dibatasi, kalau tidak salah hanya 25% dari kapasitas pendakian per pintu masuknya.

Pendakian Gunung Merbabu 2021

Rute Menuju Gunung Merbabu dari Jakarta dan Sekitarnya

Sebagai orang yang senang ke gunung sayapun cukup girang mendengar kabar gunung Merbabu sudah dibuka. Kebetulan gunung ini incaran saya, salah satu gunung yang pengen...pengen...pengen...banget saya daki dari dulu namun belum ada kesempatan.

Baca Juga: Info Pendakian Gunung Andong via Sawit Terupdate

Dream come true, pendakian Merbabu pertama sayapun terlaksana awal bulan kemarin, 11-12 November tepat di hari Kamis. Kenapa tidak weekend? penuh coy! Karena pembatasan kuota tadi jadi susah banget dapat kuotanya, apalagi jalur yang saya pilih merupakan jalur favorit, yaitu jalur Suwanting.

Kenapa memilih jalur Suwanting? padahal konon jalur ini paling sulit dibanding 4 jalur lainnya. Alasannya tidak lain karena jalur Suwanting satu-satunya jalur ke puncak Merbabu yang melewati sabana yang sohor itu. Sebenarnya ada satu jalur lain yang melewati sabana juga yaitu jalur Selo, namun sampai saat ini jalur tersebut belum dibuka kembali untuk pendakian.

Dengan berbekal simaksi yang sudah dibooking online, saya beserta beberapa kawan berangkat menuju Basecamp (BC) Suwanting di Ds.Banyuroto, Magelang, Jawa Tengah. Oh ya, untuk booking online simaksinya bisa langsung ke webnya ya, yaitu di www.bookingmendakimerbabu.com lalu ikuti pentujuk pendaftaran yang ada disana. Ketentuannya harus booking minimal 3 orang/grup ya, dan pastikan booking jauh-jauh hari biar kebagian.

Meskipun pendaftaran atau booking simaksi harus online, namun pembayarannya ternyata tidak. Banyak yang mungkin akan kebingungan karena biasanya kalau booking online maka pembayaraanyapun akan online alias di transfer. Ternyata pada sistem booking Merbabu pembayaran tetap offline atau bayar di tempat (basecamp). Jadi booking online hanya untuk mengamankan kuota saja ya guys.

Ada banyak cara untuk menuju BC Suwanting, jika dari arah barat (Jakarta atau Bandung) bisa menuju kota Magelang terlebih dahulu menggunakan bus, itupun yang saya lakukan kemarin. Dari Magelang baru deh nyambung dengan angkutan umum lainnya, bisa cari bus kecil yang ke arah kopeng atau lebih simple lagi bisa pakai taksi atau ojek online. Atau biar lebih simple lagi nih, carter aja mobil milik pak Nur yang kemarin anter-jemput kami dari Magelang ke BC Suwanting. Orangnya baik dan harganya juga bersaing.

Pak Nur Magelang: 0821-3832-4224

Opsi lain menuju BC Suwanting dari Jakarta adalah dengan kereta. Namun sayangnya tidak ada kereta yang langsung menuju Magelang (kota terdekat ke BC Suwanting), jadi mungkin teman-teman yang ingin menggunakan kereta harus menuju Yogyakarta atau Semarang terlebih dahulu, lalu nyambung lagi bus ke Magelang dan kemudian ke BC Suwanting. Agak ribet sih ya menurut saya, makanya saya gak pakai jalur ini meskipun sejujurnya lebih nyaman pakai kereta.

Pendakian Gunung Merbabu Melalui Pintu Masuk Suwanting

Kamis 11 November 2021, pagi-pagi sekali sekitar pukul 4 pagi, bus yang kami tumpangi dari Bogor sudah tiba di kota Magelang. Ternyata bus yang masih akan lanjut sampai Yogyakarta ini tidak mampir di terminal Magelang. Jadinya kami agak kebingungan harus turun dimana, pas nanya kernet dan bilang mau ke BC Suwanting katanya turun disini saja. Loh?!. Kami 'diturunkan' di pusat kota Magelang tepatnya di dekat Mall Artos. Untungnya kami bisa langsung menghubungi pak Nur, bapak driver yang sudah janjian untuk menjemput. Kami beritahu posisi kami pagi itu, dan ternyata beliau sudah standby lho, padahal itu masih subuh.

Gak lama Pak Nur datang, cus lah kami lanjut perjalanan menuju BC Suwanting. Gerimis menemani perjalanan kami pagi itu. 1 jam sudah akhirnya kami tiba di BC Suwanting sekitar pukul 6 pagi. Kami menuju salah satu aula yang sebenarnya rumah warga yang dijadikan basecamp. Aula tersebut dipenuhi oleh para pendaki yang masih pulas tertidur, maklum masih jam 6 pagi dan hujan gerimis di kaki Gunung Merbabu itu membuat cuaca semakin dingin-dingin syahdu.

Booking Merbabu via Suwanting
Para Pendaki di Basecamp Suwanting

Mereka itu kebanyakan yang mau mendaki juga, tapi ada juga yang habis turun tapi kesorean jadinya nginep dulu. Sambil menunggu teman yang belum datang, saya dan yang lain ikut bersih-bersih dulu di basecamp, ganti pakaian dan packing ulang carrier yang hendak dibawa untuk mendaki. Sebagian pakaian bisa dititip di basecamp ya biar gak terlalu banyak bawaan, bawa yang penting-penting saja. Tidak lupa kami sempatkan sarapan dulu sebelum mulai mendaki.

Teman yang ditunggu sudah datang, namun hujan tidak kunjung reda, sedangkan jam sudah menujukan pukul 09:00. Padahal rencananya kami akan berangkat pagi-pagi untuk memaksimalkan waktu, tapi apa boleh buat. Sedikit risau dan karena tidak ada pilihan lain akhirnya kami memutuskan untuk memulai pendakian sekitar setengah 10 pagi. Sebelum berangkat pastinya menyelesaikan administasi dulu di loket, membayar 30.000/orang (weekday).

Gunung Merbabu Terletak di
Loket Tiket Basecamp Suwanting
Puncak Merbabu
Tiket dan Peta Pendakian

Perjalanan dari Basecamp ke POS 1 Gunung Merbabu via Suwanting

Pendakian dimulai tepat pukul 09:50, mengenakan jas hujan kami keluar dari basecamp dan naik ojek. Ya, naik ojek. Untuk mempersingkat waktu memang biasa para pendaki naik ojek hingga pintu rimba. Jalurnya masih berupa jalan aspal dan cor melewati perumahan lalu perkebunan warga. Meski jalannya bagus tapi lumayan ekstrim karena menanjak dan sempit. Kalau jalan kaki mungkin butuh 10-15 menit dari basecamp ke pintu rimba, sedangkan dengan ojek kurang dari 5 menit saja sudah sampai. Lumayan mempersingkat waktu lebih dari 10 menit dengan modal 10 ribu saja.

Merbabu Meletus
Pintu Rimba atau Gerbang Pendakian Merbabu via Suwanting

Dari pintu rimba atau gerbang itulah kami mulai berjalan, start pukul 10:00. Masih ditemani gerimis yang tak mau pergi, kami menuju POS 1. Perjalanan dari gerbang ke POS 1 ternyata sangat dekat lho, cukup 5 menit saja (POS 1 ketinggian +- 1560 mdpl).

Booking Online Gunung Merbabu
Pos 1 Merbabu via Suwanting

Pos 1 ke POS 2

Kita tidak berhenti lama di POS 1 ini karena belum terasa capek, hanya ambil nafas dan ambil gambar sebentar. Pukul 10:15 kami kembali berjalan mendaki menuju POS 2. Jalur masih menyusuri perkebunan pinus di kemiringan masih 20-30 derajat, masih terasa santai lah ya. Tak terasa hampir 1 jam berjalan akhirnya sampailah dipemberhentian berikutnya, bukan POS 2 melainkan sebuah pos bayangan yang disebut Lembah Cemoro (ketinggian +- 1790 mdpl). Disini kami istirahat beberapa menit karena sudah mulai ngos-ngosan.

Jalur Pendakian Merbabu via Suwanting
Berhenti di Lembah Cemoro, Merbabu via Suwanting

Lanjut dari Lembah Cemoro kami berjalan lagi, elevasi sudah mulai naik nih sehingga pendakian sudah lumayan berat. Ternyata sebelum bertemu POS 2 masih ada beberapa pemberhentian lagi, ada Lembah Ngrijan dan Lembah Mito. Selepas melewati Lembah Mito kita akan bertemu trek asli dari jalur Merbabu via Suwanting. Kalau kata orang Merbabu via Suwanting jalur yang paling sulit, lalu bagaimana dengan Merbabu via Suwanting plus hujan?

Baca Juga: Silancur Highland, Destinasi Wajib Dikunjungi di Magelang

Video dari akun instagram di atas persis menggambarkan trek yang kami lewati di jalur Merbabu via Suwanting, tepatnya sebelum sampai di POS 2. Full lumpur! Benar-benar harus memilih pijakan agar tidak licin atau kejeblos. Kira-kira 30 menitan harus berjibaku di trek lumpur seperti itu sebelum kembali menemukan jalur yang 'normal'.

Masih dibawah guyuran hujan, akhirnya kami tiba di POS 2 sekitar pukul 13:10 (ketinggian +- 2186 mdpl). Total perjalanan dari POS 1 ke POS 2 kurang lebih menghabiskan waktu 3 jam. Kalau kata teman saya yang sudah sering ke Merbabu via Suwanting, waktu kami ini cukup lama, karena idealnya cukup 2 jam. Tapi wajar aja sih, karena trek berlumpur Suwanting tadi cukup menyita waktu.

Jalur Merbabu Aktif Atau Tidak
Tiba di POS 2, Merbabu via Suwanting

Rencananya kami akan isirahat agak lama di POS 2 ini untuk ishoma. Kami langsung pasang flysheet untuk berteduh, tapi ternyata tidak begitu membantu karena hujan turun cukup deras. Alih-alih hanya istirahat, kami jadi berubah fikiran untuk langsung mendirikan tenda saja di POS 2 ini. Iya, mau camping disini, karena setelah ngobrol dan berunding, sepertinya kami tidak akan sanggup untuk lanjut ke camping area di POS 3 saat itu juga.

Baju sudah basah akibat 4 jam berjalan dibawah hujan, sehingga sudah mulai kedinginan, belum lagi jarak dari POS 2 ke POS 3 yang masih panjang dengan trek yang mungkin lebih sulit dari sebelumnya. Trek lumpur tadi ternyata bikin mental terguncang, insecure euy. Hahaha. Meski sebenarnya masih cukup banyak waktu untuk lanjut karena masih pukul 2 siang. Tapi.... sudahlah, sepakat, camping disini saja.

Banyak pendaki lain yang ternyata mengikuti jejak kami untuk mendirikan camp di POS 2, sehingga dari yang mulanya hanya 2 tenda milik kami jadi banyak, sampai penuh lahan camping POS 2 yang tidak terlalu luas itu. Mungkin mereka punya perasaan yang sama dengan kami yang sudah dibikin ciut duluan dengan trek lumpur suwanting. Hehe.

Rencananya kami akan lanjut mendaki esok pagi dari POS 2, jadi kami pakai waktu sore sampai malam untuk istirahat dan mengumpulkan tenaga kembali.

Summit ke Puncak Gunung Merbabu

Pagi menjelang, alarm sudah berbunyi menandakan jam sudah menunjukan pukul 4 pagi. Kami bergegas bangun karena rencananya akan melakukan summit alias melanjutkan pendakian ke puncak. Perasaan lega ketika menengok keluar tenda melihat langit yang cukup cerah, meski belum ada sinar matahari namun kabut sangat tipis artinya sedang tidak mendung.

Merbabu via Selo
Selamat pagi dari POS 2, Merbabu via Suwanting

Semalam tidur tidak terlalu nyenyak karena sering terbangun dengan suara pendaki lain yang berisik di luar, tapi meski begitu, lumayan lah, tenaga dan semangat sudah ngumpul lagi, mental sudah membaik itu yang paling penting. Apalagi kami istirahat lebih cepat kemarin, jam 7 malam udah tidur dong. Hehe. Kejadian super langka.

Meski sudah siap-siap dari pukul 4 pagi, tetap saja jam karet, pukul 05:20 kami baru memulai pendakian. Yowis selow wae. Kami meninggalkan semua barang bawaan di camp POS 2, mendaki dengan hanya bermodalkan air mineral dan sedikit cemilan di tas ransel kecil. Salah satu keuntungan dari mendirikan camp di POS 2 itu adalah kami tidak perlu bersusah payah membawa tas carrier dengan isinya yang berat ke tempat yang lebih tinggi lagi. Namun kekurangannya tentu saja jarak summit ke puncak yang masih jauh.

Sejarah Gunung Merbabu
Sebelum berangkat, foto dulu dengan latar Gunung Merapi
Mendaki Gunung Merbabu via Suwanting
Merbabu via Suwanting Berapa Jam

Baca Juga: Paseban Fly Resort Sukabumi, Tempat Camping Nyaman di Area Pondok Halimun

Idealnya jika summit dari camp POS 3 ke puncak hanya memakan waktu 2 jam saja. Misalnya summit jam 5 pagi, sudah pasti bisa menikmati sunrise di puncak atau sekitar jam 7, jam 8 atau 9 sudah bisa turun. Namun jika dari POS 2 seperti kami sekarang paling tidak memerlukan waktu 4-5 jam untuk sampai puncak. Oleh karena itu, sebelum memulai kami membuat perjanjian untuk menurunkan ekspektasi dan ego mengejar puncak. Sampai mana saja deh, sekuat dan secukupnya waktu. Hehe.

Pendakian dari POS 2 ke Puncak Merbabu

Pukul 05:20 kami memulai pendakian menuju POS 3. Bekas hujan kemarin membuat pijakan basah dan becek. Awal perjalanan dari POS 2 trek masih biasa-biasa saja, sampai beberapa menit kemudian sampailah di pemberhentian pertama yaitu Lembah Manding. Nah dari sini mulai deh ketahuan aslinya. Jalur Merbabu via Suwanting yang sebenarnya elevasi hampir 90 derajat, curam dan licin, sampai-sampai ada bagian yang harus pakai tali webing saking licinnya.

Gunung Merbabu
Salah satu sudut jalur Suwanting yang Aduhai
Gunung Merbabu Dimana

Meski begitu kami sangat menikmati (perjalanan berat) menuju POS 3 karena sepanjang perjalanan disuguhi view yang Masyaa Allah. Gunung-gunung sekitar seperti Merapi, Sindoro, Sumbing, Prau, Andong dan yang lainnya terlihat sangat jelas menjadi bonus dan pelipur lara.

Jalur Pendakian Merbabu via Wekas
Jalur Merbabu
Tol Kahyangan Suwanting
Merbabu via Selo
Merbabu via Selo dari Jakarta

Perlu waktu 3 jam untuk kami menaklukan ego di jalur menuju POS 3 ini, dan akhirnya tiba sekitar pukul 08:10 setelah sebelumnya melewati 1 pos bayangan yaitu POS Air. Disana ada sumber air dari selang yang bisa diambil oleh para pendaki. POS 3 (ketinggian +- 2740 mdpl) berupa tanah lapang yang cukup luas, tidak terlalu banyak tenda berdiri disana saat itu karena sebagian besar tertahan di POS 2 seperti kami. Padahal camp paling ideal tentu ya di POS 3 ini. Jika mengadah ke atas bisa terlihat sabana Merbabu yang indah dan luas, seperti dekat padahal masih cukup jauh. Apalagi untuk ke puncak, masih 2 jam coy.

Merbabu via Thekelan
POS 3, Merbabu via Suwanting

Cuaca yang cerah tadi berangsur berubah menjadi kabut, sepertinya waktu kami sudah hampir habis. Hehe. Meski begitu kami masih melanjutkan pendakian hinggake POS pemberhentian berikutnya yaitu POS Sabana 1. Cukup 30 menit dari POS 3 sudah sampai d Sabana 1 (ketinggian +- 2863 mdpl). Disini banyak teman-teman pendaki yang sedang istirahat.

Merbabu via Cunthel
POS Sabana 1 berkabut tebal, Merbabu via Suwanting

Sembari istirahat kami mengobrol dengan para pendaki lain. Kesimpulan dari obrolannya adalah "sudah pukul 9 dan untuk ke puncak masih harus melewati beberapa pemberhentian yaitu POS Sabana 2, Puncak Suwanting, baru ke Puncak Merbabu yang ke-1, puncak ke-2 sampai ke-3 sedangkan sudah mulai turun kabut tebal pertanda hujan tidak lama lagi akan datang. Maka... yuk pulang". Haha.

Ya kami tidak melanjutkan pendakian dan sepakat stop di POS Sabana 1 ini. Kecewa? Ada. Namun karena kami sudah legowo dari awal jadi bisa lebih lapang dada lah ya. Nanti kita coba lagi ya kawan-kawan. Hehe.

Merbabu via Selo Kapan Buka
Orang-orang gagal muncak tapi keep smile ya guys
Pendaftaran Merbabu via Selo

Dan benar saja, di perjalanan turun menuju camp POS 2 hujan turun dengan sangat lebat sehingga kembali harus berjibaku dengan hujan. Sesampai di tempat camp kami langsung packing untuk persiapan turun, isi perut sebentar lalu lanjut perjalanan turun ditengah hujan yang awet seperti hari kemarin. Singkat cerita kami melakukan perjalanan turun dari camp POS 2 dimulai sekitar pukul 1 siang dan tiba di basecamp sekitar pukul 4 sore.


Mungkin segitu saja ya sekelumit cerita singkat (yang aslinya panjang) tentang pendakian ke Gunung Merbabu via Suwanting awal bulan november lalu. Semoga pengalaman saya ini ada manfaatnya dan ada hikmah yang bisa diambil oleh teman-teman pembaca, seperti contohnya tidak usah mendaki Gunung Merbabu saat musim hujan, pake jalur Suwanting pula. Hahaha. Eh tapi setiap orang punya cara sendiri menikmati perjalanannya kan, mungkin malah ada yang suka mendaki saat hujan biar lebih adem dan kerasa petulangannya? Ya siapa tau kan, tidak ada salahnya.

Intinya dengan segala kendala yang dihadapi saya pribadi cukup menikmati pendakian ke Gunung Merbabu ini. Mungkin karena gunung ini salah satu yang dipengen banget, dan setelah pendakian inipun masih pengen kesana lagi suatu saat nanti. Masih banyak PR yang belum selesai. Semoga bisa kembali ke Merbabu dengan situasi, kondisi dan semesta yang lebih mendukung. Wanna go with me?

Kamu Pasti Suka
Zoetami
Sharing while doing // I am a passionate travel blogger. I would go anywhere when the nature is calling.

Artikel Terkait

2 komentar

  1. 👍👍👍 jd pengin gabung di pendakian selanjutnya...) 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus kayanya mendaki bareng kapan2 ya.

      Hapus