sqIus80d5VwRjHCsULqdp1Lmmq7jVxCChULbkU68
#1 Explore KL; Info Transportasi, Penginapan, Itinerary Malaysia Untuk Pemula

Iklan Billboard 970x250

#1 Explore KL; Info Transportasi, Penginapan, Itinerary Malaysia Untuk Pemula

Dari lama ingin menulis ini. Tapi, karena kesibukan dan kemalasan lain :D akhirnya baru sempat deh.

Kali ini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman trip singkat saya 2 bulan lalu, untuk pertama kalinya keluar dari Indonesia.

Bukan tidak ingin terus mengexplore negeri tercinta. Menjelajah sudut demi sudut Indonesia selalu menjadi cita-cita setiap orang / traveler. Andai saja isi dompet dan waktu bisa dikompromi, seperti ingin rasanya kabur setiap waktu. Tapi apalah daya, hidup bukan tentang ngabisin uang buat liburan saja.


Apalagi sekarang ini, kita semua dihadapkan pada kenyataan kenaikan tiket pesawat yang sangat signifikan. Sempat menjadi perbincangan panas di kalangan traveler khususnya. Naik nya itu loh, bisa berkali-kali lipat. Bikin para traveler puter otak, supaya tetap bisa melanjutkan misi nya masing-masing.

Untuk saya pribadi pun, hal itu cukup membuat nyali menciut. Niat dan keinginan untuk terus belajar mengexplore Indonesia (apalagi bagian timur), sepertinya harus dikubur dulu dalam-dalam. Ya sementara berkutat di pulau jawa saja deh. Hehe. Yang cukup naik kereta atau bus.

Atas alasan itu salah satunya, banyak orang berpindah haluan untuk pergi ke luar negeri. Karena ternyata, tiket pesawat ke luar negeri bahkan jauh lebih murah daripada domestik / dalam negeri.

Termasuk saya pribadi. Selain karena soal tiket yang melambung, keinginan untuk ke luar negeri juga sudah ada dalam bucketlist saya.

Saat kesempatannya datang, akhirnya dipilih lah Malaysia. Negara tetangga yang selalu menjadi percobaan para traveler / backpacker Indonesia yang memulai pengalaman ke Luar Negeri.

Cara Hemat Liburan di Malaysia Untuk yang Pertama Kali

Alasan nya tidak lain dan tidak bukan, karena jarak yang dekat, bahasa dan culture yang tidak jauh berbeda, dan juga kemudahan lain. Seperti tiket murah dan persyaratan masuk ke negara Malaysia pun tidak ribet dan simple saja.

Di artikel ini saya akan berbagi pengalaman saya melakukan backpackeran ke Malaysia untuk pertama kalinya. Berhubungan dengan persiapan, itinerary sampai budget yang dihabiskan.

Sedikit bocoran aja nih teman-teman. Untuk perjalanan tersebut kemarin, kami menghabiskan uang tidak lebih dari 2 juta lho. Itu sudah seluruhnya, termasuk tiket pesawat dan oleh-oleh. Kok bisa? Nanti kita dikupas lebih tajam. Hehe.

Oya, kenapa judulnya untuk pemula? Karena... Kalau yang sudah biasa pergi kesana atau minimal pernah sih mungkin sudah tidak perlu lagi ya informasi-informasi ini. Info dasar sekali dan hanya ingin berbagi pengalaman saja kok. Jadi kalau sudah pernah / sering, di skip saja ya kak artikelnya, daripada menyesal :D

Oke lanjut.

Baca Juga: Menikmati Bentang Alam dari Atap Tasikmalaya (Info Gunung Galunggung Terbaru)

Jadi, awal mula perjalanan itu terjadi, ketika saya mendapat informasi tentang promo tiket pesawat pada tahun 2018 lalu. Yaitu free seat Airasia. Awalnya iseng cek-cek harga dan tanggal promo sampai akhirnya mendapat harga termurah pada saat itu yaitu 350.000 untuk pergi pulang Jakarta – Kuala Lumpur.

Galau dong, ambil jangan nih. Secara tidak ada rencana sama sekali awalnya. Tapi kalau kata pepatah di dunia traveler yang sering saya dengar, “lebih baik menyesal karena membeli, daripada menyesal karena tidak membeli”. Haha. Ada-ada saja.

Tapi ya... akupun lemah kalau soal promo-promo yang berhubungan dengan trip mah :( mau itu hotel atau promo tiket, rasanya seperti tidak akan ada kesempatan yang sama 2x. Terus lagian ini sudah hampir gratis gituloh, hanya bayar pajak bandaranya saja. Yang mana harusnya harga tiket ke Kuala Lumpur dari Jakarta sekitar 1.5juta (PP). Itu kalau normal nya.

Tanpa banyak pertimbangan langsung checkout deh, order untuk 2 orang dengan partner mabur saya si igniel.

Kami sengaja memilih tanggal yang masih sangaaaat jauh dari waktu ketika saya order waktu itu. Bahkan hampir 1 tahun. Hahaha. Karena seperti disebut diatas, setengah iseng.

Saat itu sih mikirnya, gimana entar aja mau jadi berangkat atau ngga. Sambil mikir dulu, sambil sedikit demi sedikit mempersiapkan dan nabung dulu. Apalagi saya pun belum punya pasport waktu itu, dan juga belum ada gambaran sama sekali soal si negara tujuan.

Kalau semesta mendukung pasti berangkat kok. Kalau ngga? Ya siap aja ikhlas untuk 350K.

Selagi waktu berjalan, saya ajak lah teman-teman saya yang lain untuk gabung melakukan perjalanan itu. Terkumpul 7 orang yang mana teman-teman dekat saya. Ini dia.

Cara Hemat Liburan di Malaysia Untuk yang Pertama Kali
Squad

Sebenarnya ini pasukan tetap sih. Masih sama dengan yang barengan backpackeran ke Bali 2 tahun lalu. Hehe

Untuk tiket, mereka melakukan booking terpisah. Dengan harga tiket yang tidak terlalu jauh berbeda dengan yang saya pesan. Sekitar 400 ribuan mereka dapat.

Sedikit info saja, maskapai Airasia sering sekali mengadakan promo, baik free seat ataupun diskon-diskon yang sangat lumayan. Rajin cek-cek deh ke web nya yang beralamat di www.airasia.com.

Setelah hampir 5 bulan booking tiket, saya (dengan teman-teman) baru memutuskan untuk fix berangkat dengan pertimbangan yang cukup matang. Lalu step selanjutnya adalah membuat pasport. Sangat jauh kan waktunya. Hihi.

Beberapa hal yang ingin saya bagi untuk informasi atau pengetahuan teman-teman yang akan melakukan trip ke Malaysia, khususnya untuk yang baru pertama kali.

Itinerary atau Rencana Perjalanan Backpackeran Murah di Malaysia

Setelah banyak mencari tau tentang negara tujuan kami yaitu Malaysia, banyak informasi baru yang di dapat.

Fakta pertama, ternyata wisata di Malaysia bukan cuma di Kuala Lumpur. Dan untuk perjalanan yang lebih puas, ke Malaysia tidak akan cukup 2-3 hari saja.

Feeling saya yang karena awalnya tidak tau menau soal Malaysia dan masih menerima anggapan orang-orang bahwa Malaysia paling hanya sebesar Jakarta. Hehehe. Jadilah memilih 4 hari 3 malam (dengan perjalanan pergi pulang).

Dan ternyata oh ternyata. Kecepetan...

Belum puas rasanya, masih banyak tempat-tempat yang tidak berhasil dikunjungi. Ya tapi lumayan lah, harus berpuas diri. Faktor lainnya yaitu harus menyesuaikan jadwal cuti teman-teman yang kerja kantoran.

Dengan waktu yang singkat itu kami baru sempat menjelajah kota Kuala Lumpur saja, ditambah melipir sebentar ke Putrajaya.

Masih banyak tempat-tempat lain yang menarik di Malaysia seperti Melaka, Colmar Tropical, atau kalau banyak waktu mungkin bisa sekalian ke Langkawi dan Penang.

Berikut itinerary kami selama di Malaysia

Cara Hemat Liburan di Malaysia Untuk yang Pertama Kali
Itinerary Malaysia ala Zoetami

Hampir semua tujuan wisata di itinerary di atas adalah wisata-wisata andalan Kuala Lumpur. Yang agak jauh palingan cuma Genting dan Putrajaya. Ya memang, untuk yang pertama kali datang ke Malaysia, tujuan wisata pasti tidak akan jauh dari pusat kota Kuala Lumpur sih ya.

Kata orang, biar sah pernah ke Malaysia kan harus poto di bangunan iconic nya yaitu Menara Petronas. Tapi sebenarnya gak harus juga sih. Hehehe.

Sedikit tentang Putrajaya, kenapa kami memutuskan untuk mengunjunginya. Putrajaya adalah salah satu kota atau wilayah di Malaysia yang mana menjadi pusat pemerintahan / administrasi Malaysia menggantikan Kuala Lumpur. Mungkin karena sudah kepenuhan di Kuala Lumpur, akhirnya semua pemerintahan dipindahkan ke Putrajaya. Didirikan tahun 1995.

Keistimewaannya, kotanya sepi, bersih dan tertata rapi. Benar-benar adem deh disana. Gak ada macet, jalan kaki juga enak. Terus karena lokasinya lumayan dekat dengan bandara, jadi sambil jalan dari Kuala Lumpur ke Bandara, kami mampir ke Putrajaya untuk 1 malam. Gitu ceritanya.

Disana juga ada beberapa tempat wisata andalan, seperti masjid nya yang megah, kantor-kantor pemerintahan Malaysia yang keren dan unik-unik, dll.

Transportasi Umum di Malaysia Untuk Para Backpacker

Transportasi di Malaysia (at least, di pusat kota Kuala Lumpur dsk) sangat tertata rapi, semua terintergasi satu sama lain. Bahkan sepertinya jauh lebih baik dan canggih daripada di Indonesia.

Sekalipun turis yang baru datang kesana, dijamin tidak akan kesulitan deh untuk masalah transport.

Baca Juga: Wisata Religi Lintas Agama di Semarang

Kalau berkunjung ke suatu kota di Indonesia biasanya kan lebih enak cari rentalan motor tuh. Disana ngga usah! Bahkan kalau di pusat kota kuala lumpur jarang deh lihat sepeda motor. Denger-denger sih tidak di anjurkan / dilarang oleh pemerintah nya. CMIIW

Ya memang sih, terlalu banyak motor itu bikin macet dimana-dimana, belum lagi yang ugal-ugalan. Contoh nyata disini, di kita. Tapi, karena macet itulah justru jadi pada pengen naik motor. Bingung kan? Skip aja lah :D

Untuk transportasi umum di jantung kota Kuala Lumpur yang paling di andalkan adalah kereta. Kalau di Indonesia ada Commuter Line dan baru-baru ini ditambah dengan MRT, disana juga ada. Sebutannya komuter, bahkan disana sudah ada beberapa jenis kereta yang dipakai sehingga lebih lengkap. Diantara Monorail, LRT, MRT dan Komuter.

Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kereta-kereta itu secara fisik. Hanya soal rute dan kecepatan saja.

Yang akan sedikit membingungkan para turis soal transportasi di Malaysia, paling tidak hanya soal rute nya. Kita harus mempelajari rute yang akan dilalui oleh masing-masing kereta. Supaya tidak salah naik.

Karena laluan / rel kereta yang pun berbeda antara yang satu dengan yang lain. Jadi gate untuk keluar dan masuk di stasiun pun akan berbeda. Nah ini! yang bikin saya agak membuang-buang waktu saat disana kemarin.

Apalagi stasiun-stasiun disana itu luas dan besar-besar. Jangan sungkan bertanya pokonya kalau sudah bingung, biar gak muter-muter.

Berikut peta laluan kereta di Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Cara Hemat Liburan di Malaysia Untuk yang Pertama Kali
Klang Valley Integrated Rail System. Gambar: wonderfulmalaysia.com

Buat kalian yang berencana pergi backpackeran ke Malaysia, coba deh pelajari dulu peta transportasi diatas. Kalau dilihat-lihat pusing ya. Tapi lama-lama bakal paham kok, dan pada kenyataan gak serumit itu.

Di peta itu terlihat kalau pusat transportasi itu hampir semua melalui / transit di KL Sentral. Ya, KL Sentral memang pusat dari seluruh stasiun di KL. Semua jenis transportasi terintegrasi dari sana.

Untuk ongkos kereta nya sih sangat terjangkau, tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Yaitu kisaran 1-3 ringgit saja (tergantung jarak), atau kalau dirupiahkan tidak lebih dari 10K kok.

Selain kereta, disana juga tersedia bus. Bus biasa digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh, misalnya dari Kuala Lumpur ke Bandara, ke Melaka, ke Genting Highland, dsb.

Ada juga bus wisata gratis di pusat kota Kuala Lumpur untuk digunakan para turis yang ingin melihat-lihat kota KL. Pusing-pusing. Hehe

Biasa dijadikan alternatif selain kereta, disebut dengan BUS ON OFF. Bus tersebut akan melewati jalan-jalan protokol atau tempat-tempat yang terkenal di KL. Seperti menara kembar petronas (KLCC), KL Tower, Masjid Jamek, dll.

Okey, Karena sudah terlalu panjang di page ini, silahkan baca kelanjutannya di Panduan Lengkap Backpackeran ke Malaysia Untuk Pemula Bagian 2.

Budayakan komen setelah membaca :)
Kamu Pasti Suka
SHARE
Zoetami
Sharing while doing.

Petualangan Terkait

Subscribe Artikel via Email

5 komentar

  1. Habis berapa uang mba kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak nyampe 2 juta. Nanti dibahas soal budget :)

      Hapus
  2. Bikin pasport nya berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 350.000 kang, skrg daftar harus online via aplikasi imigrasi

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Iklan Tengah Post