Thursday, January 18, 2018

Cara Keliling Bandung Dengan Bandung Tour On Bus (Bandros)

Sebetulnya artikel tentang Bandros sudah banyak sekali bertebaran di Internet. Berhubung bus andalan wisatawan Bandung ini sudah di operasikan sejak 2012.

Kenapa saya tertarik untuk mengulasnya?

Alasannya tidak lain karena pengalaman pribadi. Baru-baru ini saya mengalami kesimpang siuran informasi mengenai cara menggunakan Bandros di Bandung untuk wisatawan. Di internet, baik itu web-web travel ataupun situs-situs resmi ke-bandung-an, kebanyakan informasinya sudah lapuk dan tidak up-to-date.

Keliling Bandung Dengan Bandros

Sedikit informasi tentang Bandros.
Menurut beberapa sumber, bus wisata Bandung yang awalnya bertingkat (tapi sekarang tidak) ini sempat diberhentikan sementara karena ada kejadian yang tidak di inginkan. Yaitu salah seorang wisatawan meninggal karena terjatuh saat naik Bandros dan asik berphoto di tingkat kedua. Mungkin juga itu alasannya kenapa sekarang bus ini tidak bertingkat.

Selain itu ada kepindahan kepengurusan yang awalnya oleh Dinas Pariwisata kota Bandung kini dikelola oleh Komunitas Masyarakat Peduli Bandung. Begitu katanya. Sumber.

Bandung..
Bukan hal yang aneh lagi bahwasanya Bandung merupakan salah satu kota idaman setiap orang. Banyak orang ingin datang ke Bandung bukan hanya untuk berwisata, bahkan menetap sekalipun. Salah satu daya tarik Bandung ini diantaranya berkat peran pemerintah setempat yang semakin berbenah. Sehingga kota Bandung lebih terstruktur dan semakin nyaman dikunjungi ataupun ditinggali.

Bagi wisatawan luar kota mungkin Bandung menjadi destinasi andalan. Bandung juga bisa jadi termasuk kota wisata teramai setelah Bali, tidak kalah dengan Jogja, Jakarta yang juga menjadi tempat populer untuk berwisata.

Jarak dari kota tempat tinggal saya ke Bandung sebetulnya tidak terlalu jauh. Hanya terhalang satu kota yaitu Cianjur. Perjalanan darat ke Bandung bisa ditempuh hanya dengan 3-4 jam saja dari Sukabumi (kecuali kalau sedang macet, bisa 2x lipat).

Meski terbilang dekat, saya masih jarang berkunjung ke Bandung untuk berwisata. (maklum masih traveler dalam kota, hehehe)
Wisata di Bandung masih terbilang awam untuk saya. Ditambah selalu saja bermunculan wisata-wisata baru di Bandung, sehingga menambah list wisata Bandung yang belum sempat saya kunjungi.

Sekitar pertengahan Desember saya mengunjungi Bandung. Tujuannya hanya untuk kilat trip, refreshing sejenak dari rutinitas. Tujuan pergi kali ini hanya untuk wisata kota saja atau city tour di Bandung. Tidak ada rencana untuk menjelajah wisata-wisata diluar pusat kota Bandung. Seperti wisata-wisata alam andalan Bandung di Lembang, Ciwidey, dll.

Karena alasan city tour tadi, sejak awal saya berencana untuk mencoba keliling Bandung dengan Bandros (Bandung Tour On Bus). Menjelang keberangkatan mulailah saya mencari informasi soal itu..

Agak kesulitan ternyata. Meskipun banyak artikel-artikel di internet yang memuat tentang Bandros, tapi kebanyakan artikel-artikel lawas yang tidak di update Informasinya. Saya sudah berusaha mencari informasi yang lebih terbaru via Media Sosial-nya & ternyata account-account nya sudah tidak aktif (Fanpage / Twitter / Instagram). Hal itu mungkin juga disebabkan oleh kepindahan kepengurusan seperti sudah saya ceritakan di atas.

Akhirnya meski tidak yakin karena tidak mendapat informasi yang relevan mengenai cara keliling Bandung dengan Bandros, saya tetap berencana untuk menggunakan Bandros.

Setelah tanya sana - tanya sini dan mencari informasi langsung di lokasi. Beberapa poin yang saya dapatkan dari penjelasan-penjelasan di internet dan ternyata tidak sesuai seperti dilapangan, diantarnya:

1. Cara mendapatkan izin naik Bandros
Menurut beberapa sumber, bahwa untuk menggunakan Bandros kita harus reservasi dulu dengan menelpon petugasnya. Dan setelah saya coba berulang-ulang SMS/WA/TLP tidak mendapat respon sama sekali. Itu juga yang dialami oleh banyak orang (baca di kolom komentar beberapa website). Mereka tidak mendapatkan respon untuk reservasi.

Dan ternyata kenyataannya “TIDAK PERLU RESERVASI”. Kita bisa langsung datang ke tempat ngetem si Bandrosnya, dan siap untuk berkeliling kota Bandung. Kecuali kalau mau booking untuk rombongan, betul, harus reservasi dulu.

2.Start point atau lokasi untuk naik Bandros
Kesimpang-siuran lain yang saya dapatkan yaitu mengenai start point atau lokasi untuk naik Bandros. Beberapa sumber menyebutkan kita harus datang ke Balai kota Bandung untuk start point nya. Sedangkan menurut sumber lain, kita harus datang ke Alun-alun Bandung untuk start point nya. Dan ternyata jawabannya adalah.... Benar Semua. Loh?

Yes betul, kedua tempat diatas adalah lokasi untuk naik Bandros. Dan yang paling tepat itu adalah: di Alun-alun Bandung (weekday), di Balai Kota Bandung (weekend).

3.Tarif
Selanjutnya, yang paling krusial adalah soal tarif. Bahwa sudah pasti, ketika kita akan berkunjung atau menggunakan sesuatu. Yang paling sering dicari tau terlebih dahulu adalah soal biaya atau tarifnya.

Untuk naik Bandros sendiri, dari beberapa sumber yang saya baca menyebutkan bahwa tarifnya adalah 20k. Sumber lain juga ada yang bilang tidak dipungut biaya alias gratis, dengan syarat membeli produk sponsor yang sudah disediakan di shelter.

Dan setelah saya coba ternyataaaaaaa......

GRATIS tanpa beli produk sponsore. Alias tidak dipungut biaya sepeserpun.

But...

Saya kurang yakin untuk informasi yang ini benar atau tidak. Khawatirnya kemarin sedang ada pengecualian atau perlakukan khusus. Behubung sedang libur sekolah dan libur panjang, jadinya tarif Bandros di gratiskan. Maybe.

Sebelum naik, sembari menunggu bus yang masih keliling, saya sempat tanya ibu-ibu yang sama antri. Katanya biasanya tarif 10k. Tapi sepanjang perjalanan sampai turun, sang tour guide ataupun supir tidak ada yang menagih ongkosnya. Apa mungkin lupa? Entahlah.

Sayangnya saya tidak sempat tanyakan informasi yang sebenarnya, dan kenapa gratis. Karena keadaan sedang penuh sesak waktu itu. Padahal saya ingin sekali bertanya, guna memberikan informasi akurat kepada teman-teman. Sayang sekali sih.

Review perjalanan city tour dengan naik Bandros


Setelah mencoba naik Bandros keliling Bandung selama kurang lebih 1 jam (sudah termasuk macet dikit-dikit), beberapa hal yang ingin saya bagi ke teman-teman mengenai Bandros dan pengalaman menggunakannya.

Cara Keliling Bandung Dengan Bandros

Berhubung saat saya menggunakan Bandros sedang high sesion (libur sekolah & menjelang tahun baru). Penumpang penuh sesak.

Antrian untuk naik sangat random. Karena tidak ada no antrian atau karcis, sehingga saat bus datang para calon penumpang langsung berebut naik. Cukup disayangkan, padahal banyak anak-anak kecil dan balita. Semestinya ada petugas khusus yang mengatur calon penumpang tersebut supaya lebih tertib. Penumpang sampai overload, tidak sesuai kursi. Banyak yang berdiri dan saling berdempetan. Benar-benar jauh dari kesan nyaman.

Padahal jika dilihat dari bentuk dan desain dari Bus pariwisata ini. Yaitu bus terbuka yang dimana didalamnya terdapat kursi-kursi besi untuk duduk para penumpang, juga dilengkapi meja panjang 2 di tengah-tengah. Kesan santai untuk menikmati perjalanan terlihat dari dekorasinya yang tidak seperti bis-bis biasa.

Cara Keliling Bandung Dengan BandrosBerebut pintu, terjebak antara yang mau turun & mau naik

Karena libur sekolah, penumpang yang mendominasi saat itu adalah ibu-ibu beserta balita dan anak-anak. Suasananya jadi lebih berasa naik odong-odong hehehe.

Lagi-lagi tidak sesuai ekspektasi soal yang ini. Dan seperti tidak sesuai dengan fungsi dari Bandros itu sendiri.
Saya fikir bus lebih di khususkan untuk para wisatawan yang datang ke Bandung. Para pendatang yang ingin menjelajah dan menikmati kota Bandung. Tapi ternyata, kebanyakan adalah warga Bandung sendiri. Yang sedang jalan-jalan mengajak anak-anak yang sedang libur sekolah. Hm..
Bukan masalah sebetulnya, hanya saja tidak habis pikir saja. Warga lokal yang setiap hari tinggal, dan bisa jalan-jalan kapan saja kan?

Cara Keliling Bandung Dengan Bandros
Suasana didalam bus, susah gerak :D

Ada 2 orang petugas di setiap bus Bandros. 1 orang supir dan 1 orang kernet yang bertugas sebagai tour guide. Sang tour guide akan menceritakan dan menjelaskan tiap sudut bersejarah baik itu bangunan atau tempat yang dilewati oleh bus. Hal ini cukup bagus dan memang semestinya begitu, sehingga kita sebagai pendatang menjadi tau sedikit-sedikit tentang sejarah atau hal-hal menarik di Bandung.

Lama berkeliling dengan Bandros kurang lebih 45 menit sampai 1 jam. Melewati jalan-jalan protokol di pusat kota Bandung. Diantaranya:
- Start dari depan pendopo (Alun-alun Bandung) menuju :
- Jl. Banceuy
- Jl. Naripan
- Jl. Braga
- Jl. Wastukencana (Balai Kota)
- Jl. Aceh
- Jl. Seram
- Jl. Ambon
- Jl. Asia Afrika
- Jl. Otista
- Sampai finish lagi di Jl. Dalem Kaum (Alun-alun Bandung).

Selama perjalanan penumpang tidak di perkenankan naik / turun. Jadi naik turun tetap di tempat start ya, yaitu alun-alun Bandung.

Barangkali itu saja sedikit ulasan dan info tentang city tour naik Bandros (Bandung Tour On Bus). Bagi yang ingin berkunjung ke Bandung, dan bingung akan kemana karena gak ngerti daerah Bandung. Boleh lah dicoba naik Bandros. Meski tidak begitu lama, tapi lumayan saja. Karena rute nya banyak melewati lokasi-lokasi terkenal di Bandung. Seperti taman-taman, bangunan-bangunan sejarah, sehingga paling tidak kita menjadi tau.

Tingkat kepuasan saya pribadi setelah mencoba Bandros kemarin masih fifty-fifty. Hehehe.
Sekali lagi hanya karna saya pribadi yang kurang nyaman dengan keramaian, bukan karena pelayanan bandros nya. Mungkin suatu waktu akan coba datang ketika weekday untuk pengalaman yang berbeda. Insyaa Allah.

Budayakan Comment Setelah Membaca :)

Baca Juga

2 komentar

Hayu besok diajak ke suatu tempat