Saturday, July 21, 2018

#1 Serunya Jelajahi Pulau-pulau di Lampung Selatan

Jelajah Pulau-pulau Lampung Selatan

Lampung, sebuah provinsi paling ujung di selatan Pulau Sumatera. Ujung Sebelah Utara Lampung Berbatasan dengan Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan bagian selatannya berbatasan dengan selat sunda, besebrangan langsung dengan Provinsi Banten di Pulau Jawa.

Selain itu, sisi barat dan timur Lampung juga dikelilingi lautan lepas. Yakni sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia, dan Laut Jawa di ujung sebelah timur.

Maka tak heran, provinsi yang menjadi gerbang Pulau Sumatera ini sangat kaya dengan wisata-wisata bahari berupa gugusan pulau-pulau.

Beberapa pulau yang diantaranya termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung : Pulau Tabuan, Pulau Putus, Pulau Legundi, Pulau Pahawang, Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, Pulau Krakatau, Pulau Pisang di pesisisir barat, dll.

Gugusan pulau tersebut ada yang berpenghuni dan ada juga yang tidak berpenghuni. Tapi, pulau-pulau di Lampung sudah dikenal dan banyak diminati oleh para pelancong baik dari dalam maupun luar kota Lampung.

Penasaran ingin merasakan sensasi jelajah pulau-pulau di Lampung, akhirnya saya mengatur rencana untuk mengunjungi Lampung. Meski sebetulnya saya bukan anak air.. Yaiyalah, anak mamah...

Maksudnya, saya orang yang kurang bisa menikmati wisata air. Rada takut, apalagi di laut lepas. Tapi sih rasa penasaran mengalahkan semuanya, dan akhirnya berangkat juga di akhir Juni 2018, Alhamdulillah.

Pulau yang saya pilih jatuh kepada pulau-pulau di Lampung Selatan. Selain lumayan dekat, karena cukup berdekatan dengan pelabuhan penyebrangan Bakauheni. Alasan lainnya karena saya sangat tertarik mengunjungi salah satu pulau di deretan pulau Lampung Selatan yang sangat bersejarah, Pulau Krakatau.

Pulau yang akan saya kunjungi selain Pulau Krakatau tentunya, yaitu Pulau Sebuku, Pulau Sebesi dan Pulau Umang-umang. Bermodalkan teman jalan yang sangat banyak kali ini, saya berangkat menuju Lampung hari Jumat 29 Juni 2018.

Seperti biasa, saya dan teman-teman berangkat dari rumah di Sukabumi estafet menggunakan kereta (moda transportasi favorit). Karena selain nyaman, pastinya murah. Hehe.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanBade kamana atuh neng... koatka ringkid XD
(Nunggu KRL di Stasiun Bogor)

Perjalanan Menuju Lampung untuk Jelajahi Pulau-pulau Lampung Selatan


Kami berangkat dari Sukabumi ber-9. Sebenarnya teman jalan saya kali itu ada 24 orang. Karena berasal dari daerah yang berbeda-beda, jadinya sebagian akan bertemu di titik kumpul yaitu Pelabuhan Merak.

Kami jadwalkan untuk bertemu sekitar pukul 11 malam. Tapi karena untuk sampai ke Pelabuhan Merak dari Sukabumi itu sangat-sangat-sangat jauh, jadinya saya dan para sukabumers sudah harus berangkat dari siang hari.

Perjalanan panjang yang cukup melelahkan, tapi untungnya teman-teman dan saya sendiri sudah cukup terlatih dengan kondisi seperti itu. Jadinya enjoy-enjoy aja yak.

Pukul 10 malam akhirnya kami sampai juga di Stasiun Merak. Ditambah 2 teman baru yang sudah bergabung sejak di Jakarta. Jadi total sudah ada 11 orang.

Untuk teman-teman yang akan menuju Pelabuhan Merak estafet menggunakan kereta. Dari Jakarta bisa mulai dari Stasiun Tanah Abang, menggunakan KRL menuju Rangkas Bitung. Lalu dari Rangkas Bitung bisa melanjutkan dengan kereta lokal ke Merak.

Nah yang perlu diperhatikan, untuk jadwal kereta lokal ke Merak masih terbatas ya. Tidak setiap jam ada, kalau tidak salah hanya 6x (PP) setiap harinya. Dan jadwal paling akhir dari Stasiun Rangkas Bitung adalah pukul 8 malam. Perjalanan 2 jam.

Berapa biayanya dari Tanah Abang – Merak? Gak sampe 10rb!

Stasiun Merak berdampingan dengan Pelabuhan Merak. Dari turun kereta, sebenarnya ada pintu langsung yang menuju loket untuk naik kapal Ferry nya. Tapi karena waktu itu kami masih harus menunggu teman-teman yang lain, jadinya kami masuk dari loket depan.

Cara menuju loket depan pelabuhan dari stasiun cukup membingungkan, awalnya. Tapi ternyata cukup keluar dulu dari stasiun, lalu jalan sedikit menyusuri rel sampai ke jalan raya. Jalan ke kanan sampai kantor polisi pelabuhan. Dan sampe deh, persis didepan pos polisi gerbangnya.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanGerbang Pelabuhan Merak

Oh ya, untuk perjalanan kemarin itu kami memakai tour guide atau sejenis open trip gitu ya. Hanya saja kami langsung kordinasi dengan local guide sana. Jadi gak melalui broker atau penyedia jasa trip gabungan, yang sebenernya banyak diluaran sana.

Untuk budget, kalau melihat dari harga-harga paketan di penyedia jasa Open Trip, jelajah pulau-pulau Lampung Selatan ini rata-rata berkisar 400 ribuan. Tapi Alhamdulillah nya, kami ketemu Mas Zaqi yang asli warga lokal sana yang bisa kasih harga spesial pake telor. Lumayan selisihnya bisa buat jajan es kelapa di pulau.

Saya merekomendasikan Mas Zaqi, beliau juga bisa menjadi tour guide untuk perjalanan ke wilayah / pulau Lampung yang lain.

Kontak : 0817-685-9147 (Mas Zaqi)

Ok lanjut.

Sesampainya di pintu gerbang pelabuhan kami menuju masjid di area loket pelabuhan. Kami disambut Mas Zaqi yang sudah menunggu sedari tadi. Sambil menunggu teman-teman yang lain datang, kami rebahan di pelataran masjid. Ahhh lumayan.

Di teras masjid situ juga boleh tidur. Banyak orang yang tidur disana. Rata-rata mereka istirahat untuk melajutkan perjalanan menggunakan kereta dari Stasiun Merak, besok pagi nya jam 5 subuh.

Setelah menunggu sekitar 1 jam, akhirnya satu persatu teman-teman pun datang. 5 orang dari pandeglang, 4 orang dari Tangerang dan 2 orang dari Bandung. Sehingga sudah kumpul 22 orang sekarang. Sisanya 2 orang sudah menunggu untuk bertemu di Lampung.

Sebenarnya karena ini trip gabungan, kami bertemu teman-teman lain juga dari berbagai penyedia jasa trip yang bersatu dibawah arahan local guide.

Jadi begini (barangkali ada yang masih bingung).
Diluaran sana, banyak sekali penyedia-penyedia jasa yang menjual trip jelajah pulau-pulau Lampung Selatan. Mereka itu yang disebut broker atau lebih umum dengan sebutan calo / perantara. Tapi pada akhirnya masing-masing dari mereka (broker), menyerahkan para pesertanya ke local guide untuk dijadikan trip gabungan. Itulah kenapa harga di broker akan lebih tinggi, karena mereka menaikan range harga yang sudah dipatok local guide sebagai keuntungan usaha mereka. Gitu loh.

Beruntungnya kami bisa langsung bertemu local guide nya, jadi harga pun bisa lumayan ditekan.

Sebelum naik ke Ferry, kami ber-22 ini bergabung dulu dengan peserta yang lain. Karena akan ada pengarahan dari local guide yang akan memandu kami. Setelah selesai briefing dan berdo'a, sekitar pukul 1 malam kami dipersilahkan mulai masuk ke dalam Ferry.

Oh begini dalemnya... (gaya-petualangan-sherina)

Jujur itu pengalaman pertama saya naik Ferry lho. Ha-ha-ha. Cupuk!
Ternyata begitu ya rasanya. Gak kerasa apa-apa. Ketambah sepanjang perjalanannya cuma tidur, yaiya ga kerasa apa-apa.

Tarif ekonomi Merak – Bakauheni 15K, disana tersedia ruangan VIP untuk tidur lesehan. Tapi siap-siap saja, lagi enak-enak tidur digangguin si mbak nya. Karena ternyata tidur di ruangan VIP harus bayar lagi 12K + Bantal (kalau mau) sewanya 5K.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanSuasana di ruangan lesehan kapal

Perjalanan laut sekitar 3 jam. Tau-tau udah disuruh turun, katanya sih udah nyampe. Padahal berangkatnya aja gak tau kapan, saking gak kerasanya.

Jam tangan sudah menujukan pukul setengah 5. Sambil menunggu kapal parkir yang lama banget, kami nongkrong-nongkrong dulu di teras kapal, menikmati pemandangan sekitar. Lampu-lampu pemukiman dan bangunan-bangunan sekitar pelabuhan masih gemerlap karena memang masih gelap.

Kalau siang, kita bisa melihat Menara Siger dari situ. Icon dari Provinsi Lampung itu akan menyambut kedatangan kita.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanMenara Siger (Sumber Gambar)

Kapal penyebrangan Merak – Bakauheni non stop setiap 1 jam, setiap harinya. Itulah sebabnya kedua pelabuhan tersebut tetap hidup dan selalu ramai meski tengah malam.

Seturunnya dari kapal kami mencari mesjid terlebih dahulu untuk melaksakan shalat subuh dan bersih-bersih. Mushola tersedia masih di area dalam pelabuhan. Lalu setelah semua siap, kami lanjutkan lagi perjalanan.

Area luar Pelabuhan Bakauheni menyatu dengan terminal. Jadi untuk melanjutkan perjalanan tinggal jalan keluar pelabuhan, lalu pilih kendaraan umum mana yang akan mengantarkan kita ke tempat tujuan.

Tapi tetap berhati-hati ya, disana banyak sekali calo. Biasalah ya khas pelabuhan. Bukan hanya di pelabuhan sebenernya, diterminal atau tempat umum lain juga kan memang seperti itu. Bahkan sebelum pintu keluar saja, mereka sudah datang silih berganti menawarkan jasanya. Meski cenderung aman terkendali, katanya kalau yang rese mah suka sampe narik-narik tangan. Ya tetap berhati-hati dimanapun berada.

Selanjutnya kami akan menuju Dermaga Canti, titik pemberangkatan kapal yang akan mengantarkan kami semua menjelajah pulau Lampung Selatan. Kami menuju Dermaga Canti menggunakan angkot yang sudah di carter terlebih dahulu oleh guide kami.

Perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Dermaga Canti normalnya 35-60 menit, jaraknya sekitar 20KM-an. Tapi benar saja, yang katanya khas di jalanan Sumatera itu adalah pengemudi kendaraannya yang tidak pernah pelan melajukan kendaraan. Seperti angkot yang kami tumpangi itu, melesat seperti tanpa rem. Selain itu jalanan pagi juga masih lengang. Wussss... kurang dari 30 menit saja kami sudah sampai di Dermaga Canti.

Memulai Wisata Bahari, Jelajah Pulau Lampung Selatan


Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanDermaga Canti

Dermaga yang cukup sederhana, hanya berupa kayu-kayu batangan berjejer. Tapi meski begitu, dermaga ini menjadi penghubung dengan pulau-pulau yang berada di Lampung Selatan. Melalui dermaga ini setiap harinya penduduk yang tinggal di Pulau Sebesi menyebrang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pulau Sebesi sendiri adalah salah satu pulau yang ada di gugusan pulau-pulau Lampung Selatan. Dari beberapa pulau yang ada disekitarnya, hanya Pulau Sebesi lah yang berpenghuni, dan disana juga lah kami akan bermalam.

Setelah sempat sarapan di Dermaga Canti dan mengganti pakaian. Satu persatu kami mulai naik ke atas Kapal Motor yang akan mengantarkan kami keliling pulau di Lampung Selatan ini. Jadi agendanya, sebelum sampai di Pulau Sebesi (pulau tujuan menginap), Kami akan mengexplore dahulu pulau-pulau kecil sekitarnya. Yakni Pulau Sebuku kecil dan Sebuku besar. Let’s go.

Kapal motor komersil hanya ada 1x sehari menuju Pulau Sebesi, begitupun sebaliknya. Jadi untuk jelajah pulau-pulau di Lampung Selatan sulit kalau mau ngecer / pribadi. Karena jika pakai kapal komersil akan langsung menuju Pulau Sebesi nya, tidak bisa mampir sana-sini dulu.

Itulah kenapa sangat direkomendasikan ikut trip gabungan. Kecuali apabila teman-teman punya rombongan sendiri dengan anggota yang banyak (min 40 orang), mungkin bisa sewa private kapal. Menurut info harga sewa kapal sekitar 5 juta, kapasitas max 50 orang.

Sekitar pukul 8 pagi kapal pun mulai berlabuh dari Dermaga Canti, membelah selat sunda. Pemandangan disepanjang perjalanan hanya lautan lepas, yang sesekali terlihat bukit-bukit disebrang sana. Meski sangat indah dan memanjakan mata, tapi kalau di fikir-fikir ngeri juga ih. Hiiii.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanPemandangan di atas kapal

Pulau pertama yang menjadi tujuan adalah Pulau Sebuku Kecil. Sekitar 1 setengah jam perjalanan laut, sampai lah di Pulau Sebuku Kecil. Di pulau ini hanya diperuntukan untuk hunting photo saja, atau bisa juga berenang-berenang manja. Air nya tenang dan dangkal juga sangat jernih.

Jelajah Pulau-pulau Lampung Selatan

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanMenikmati Pulau Sebuku Kecil

Puas menikmati Pulau Sebuku Kecil selanjutnya menuju Pulau Sebuku Besar. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Sebuku Kecil, sekitar setengah jam saja. Nah, disini adalah spot snorkeling. Pada nyebur deh. Byurrr.

Sebagian ada yang memilih menjadi penonton, seperti saya contohnya. Menunggu teman-teman snorkeling yang lumayan lama di atas kapal yang goyang-goyang ternyata puyeng juga ya. Akhirnya saya memilih tidur di dalam kapal saja, bahaya kalau sampe mabok laut.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanNonton temen-temen snorkeling dari dalam kapal

Sekitar jam 11 semua diarahkan naik lagi ke atas kapal, untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan terakhir kami yaitu Pulau Sebesi. Kapal pun berlabuh lagi sekitar 1 jam lamanya, hingga sampai lah kami di dermaga Pulau Sebesi.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanDermaga Pulau Sebessi

Jelajah Pulau-pulau Lampung Selatan

Sesampainya di Pulau Sebesi kami sudah disambut makan siang yang sudah tersaji. Yeaaa bahagia itu sederhana ya.

Tapi sebelumnya, tentu kami bersih-bersih dulu. Berhubung sudah tidak nyaman karena kotor-kotoran main air, dan juga sudah masuk waktu dzuhur. Masing-masing peserta mendapat homestay. Kami ber-24 ini masih dalam 1 homestay. Untungnya anggota cukup, jadi gak perlu gabung dengan anggota yang lain.

Homestay hanya berbentuk 1 ruangan, dengan kasur-kasur berjejer dan dilengkapi 2 toilet. Sedangkan untuk fasilitas disekitar homestay ada mushola, toilet umum, dan aula.

Untuk makan kami selama disana sudah termasuk dari paket trip, untuk 4 kali makan. Jadi gak perlu keluarkan uang lagi dan cari-cari lagi untuk makan, karena sepertinya di pulau juga tidak ada warung makan.

Makanan disajikan prasmanan di ruangan terbuka seperti aula. Makanan yang disajikan cukup sederhana, tapi nikmat lah ya. Apalagi setelah lelah beraktifitas, dan bersantap bersama teman-teman. Kerasa banget nikmatnya. Alhamdulillah.

Jelajah Pulau-pulau Lampung SelatanAula Pulau Sebesi

Kenyang makan siang, kami dipersilahkan untuk istirahat dahulu.

Eitsss tunggu, belum selesai. Masih banyak kegiatan yang kami lakukan, yang menjadi agenda dari jelajah pulau-pulau Lampung Selatan. Diantaranya berburu sunset, BBQ-an, sampai aktifitas di hari berikutnya yaitu berlayar kembali menuju pulau-pulau lainnya.

Karena sudah kepanjangan di page ini, baca kelanjutannya di Jelajah Pulau-pulau Lampung Selatan Part 2.

Terimakasih banyak my team : Rain, Teh Ibo, Yati, Aji, Dani, Khorina, Aura, Pak Iman. Terus Mbak Ika dan Mbak Moen dari Jakarta. Teh Nina, Teh Andi, Teh Putri dan Teh Susi dari Tengerang. Kang Azis dan Kang Hendro dari Bandung. kang Awan,
kang Salikan, kang Sule, Kang Ahmad, Pak Olih dari Pandeglang. Dan Mas Agus juga Bang Iyon dari Lampung.

Budayakan Comment Setelah Membaca :)

Baca Juga

6 komentar

Pengen ikut tapi apalah daya nasib seorang kuli yang diatur schedjul . Tapi overall lampung mantappp

Ga usah ke laut mang, pan tiap hari oge di laut terus.