Tuesday, April 3, 2018

Menjelajah Nusantara dalam 1 Hari, di Museum Diorama Nusantara Purwakarta

Saat mengunjungi Purwakarta beberapa waktu lalu. Saya tidak melewatkan kesempatan untuk berwisata sejarah ke museum canggih kebanggaan Purwakarta yaitu Bale Panyawangan atau Museum Diorama Nusantara.

Apa sih keistimewaan Museum tersebut?

Tidak dipungkiri, wisata sejarah seperti mengunjungi museum-museum sangat jarang masuk pada itinerary atau agenda kita saat berkunjung ke suatu daerah. Wisata Sejarah seperti hal yang kuno dan kurang menarik untuk sebagian orang. Mereka akan lebih senang mengunjungi wisata-wisata modern, menikmati gemerlap suatu kota ataupun berwisata alam.

Tapi pengalaman berbeda akan kalian dapatkan ketika mengunjungi Museum Diorama Nusantara atau Bale Panyawangan di Purwakarta ini. Kesan museum yang kumuh dan membosankan akan lenyap dibenak kalian. Itupun yang saya rasakan.

Melalui tulisan ini saya akan mengajak teman-teman merasakan pengalaman mengunjungi museum canggih Purwakarta. Dengan mengajak melihat bagian-bagian menarik dari museum, sebelum kalian datang dan menikmatinya langsung suatu hari nanti.


Pemerintah Purwakarta dengan giat mentata kota nya dengan balutan-balutan budaya. Seperti sudah tidak asing lagi bahwa sang bupati atau orang no 1 di kabupaten Purwakarta ini adalah salah satu yang sangat concern dan peduli terhadap budaya, terutama sunda. Maka tak heran kalau tiap sudut kota di Purwakarta sangat tertata dan terasa kental budaya.

Begitupun di museum diorama nusantara ini, beberapa bagian menceritakan sejarah-sejarah Purwakarta itu sendiri.

Kesan menarik sudah terlihat dari halaman depan museum, dimana banyak bangunan tugu kecil disusun seperti pagar yang bertuliskan kota kota provinsi yang ada di Indonesia.


Kemudian masuk ke lobi museum, disana sudah ada penjaga museum. “Sampurasun, wilujeng sumping!” begitu kata si teteh dan aa yang menggunakan pakaian adat sunda (kebaya & pangsi). Mereka menyambut dengan ramah pengunjung-pengunjung yang datang dan mempersilahkan untuk mengisi buku tamu. Di ruangan tersebut terdapat digital book yang berisi informasi seputar ruangan-ruangan museum dan apa saja yang ada di dalamnya.

Setelah selesai mengisi buku tamu, kita akan dipersilahkan untuk mengexplore sendiri setiap ruangan / bale museum. Tidak ada pendamping yang akan menjadi guide kita, semuanya sudah diwakilkan oleh digital teknologi yang super canggih.

Kecanggihan tempat tersebut sudah dimulai ketika kita memasuki ruangan pertama, dengan adanya sambutan selamat datang dengan berbagai bahasa daerah melalui efect suara. Jangan sangka seperti di minimarket ya. Kadang suka ada kan tuh di minimarket suara selamat datang otomatis yang seperti bel. Hahaha. Ini beda.

Di ruangan ini hanya ada tulisan-tulisan kutipan dari orang no 1 di kabupaten Purwakarta yaitu Kang Dedi Mulyadi.




Museum ini secara keseluruhan menceritakan sejarah nusantara dari masa ke masa. Panyawangan sendiri berasal dari bahasa sunda yaitu asal kata "nyawang" yang artinya meninjau atau menerawang jauh ke belakang. Museum ini akan mengajak kita mengingat kembali metamorfosa jaman dari jaman prasejarah, kerajaan, penjajahan hingga sekarang.

Selain itu juga pengetahuan tentang nusantara, budaya nusantara diataranya adat istiadat, tari-tari traditional, alat-alat musik, kuliner khas dan tempat wisata dari 34 propinsi yang ada di Indonesia. Dikemas dengan lebih menarik dan informatif. Dan satu lagi instagramble banget tiap sudut ruangannya.

Setiap ruangan / bale didesain sesuai tema nya. Seperti yang unik menurut saya yaitu ruangan jaman prasejarah. Hiasan-hiasan seperti patung purba, tulisan-tulisan sejarah yang menceritakan bagaimana sih pada jaman itu. Hingga dinding yang sengaja dibuat dari batu.

Awal penjelajahan di museum dimulai dari ruangan / bale yang menceritakan tentang sejarah terbentuknya bumi hingga evolusi manusia. Terdapat video dengan layar yang lebar serta efek suara yang menggema menambah asyik kita sehingga betah menyimak setiap informasi yang disajikan.


Setelah ruangan ini kita bisa lanjut ke bale berikutnya yaitu jaman prasejarah. Bale ini seperti yang sudah disinggung diatas, didesain dengan unik dengan dinding-dinding batu. Serasa masuk goa.






Bale selanjutnya bercerita tentang kerajaan-kerajaan hindu budha. lalu kerajaan islam. Di bale ini terdapat relief-relief para raja nusantara. Ada Ken Arok, Sultan Hasanudin, Sri Baduga Maharaja, dll.






Lanjut ke ruangan lain, ada satu ruangan yang sepertinya ruangan terbesar di museum. Di bale ini menceritakan akulturasi budaya, bagaimana masuknya budaya asing yang memperngaruhi budaya kita. Lengkap dengan menampilkan produk-produk hasil akulturasi tersebut seperti arsitektur bangunan, bahasa, alat musik, dll.










Selain wall display untuk menampilkan video dan efect suara, dimuseum juga disimpan wujud asli dari alat-alat musik traditional Indonesia. Mungkin tidak semua, kurang lebih ada 10 alat.


Menariknya pengunjung bisa mendengar suara yang dihasilkan alat tersebut cukup dengan menekan tombol yang ada disampingnya. Kereeeen abis.

Kecanggihan lain yang tidak kalah menarik adalah alat berupa peta digital yang kalau kita letakan tangan disalah satu propinsi, maka akan keluar informasi-informasi seputar daerah tersebut. Sangat asyik untuk mengenal daerah-daerah yang belum pernah kita datangi. Siapa tau suatu saat bisa berkunjung dan melihat langsung kekayaan disana.


Keluar dari museum dijamin pengetahuan kita tentang nusantara semakin bertambah, atau mungkin mengingatkan kembali berbagai hal yang sudah terlupakan. Seperti pengetahuan sejarah-sejarah yang dulu sempat kita tau di bangku sekolah, akan teringat kembali.
Melewati satu demi satu ruangan atau bale di museum ini seperti naik mesin waktu, menjelajah Indonesia secara utuh dari jaman ke jaman. Terus terang apa-apa yang ditampilkan di museum sangat membuat saya kagum akan kekayaan Indonesia, membuat saya semakin ingin menjelajah bumi nusantara ini.


Dari sekian propinsi diatas baru beberapa aja yang sudah di singgahi. Insyaa Allah suatu hari nanti didatangi semua. Aamiin

Tempat ini juga sangat ramah anak. Datang bersama anak-anak akan lebih cocok, untuk menambah pengetahuan mereka. Apalagi didukung tempat full digital interaktif, dengan audio & visual yang tidak membosankan. Dijamin mereka akan suka. Sekalipun anak yang belum bisa membaca, tetap bisa menikmatinya karena dilengkapi efect suara. Jadi, cukup mendengarkan saja.

Itu saja sharing pengalaman berwisata sejarah di museum canggih Purwakarta. Saya sangat merekomendasikan sekali, apalagi lokasi dari museum ini sangat mudah di jangkau. Berada di jantung kota purwakarta, tepatnya Jl. KK Singawinata 100m saja dari stasiun Purwakarta. Kalau weekend dan sore hari akan ada bazar lho tepat di depannya. Jadi abis ngisi otak, bisa langsung ngisi perut. Kenyang deh semuanya.


Semoga semakin banyak di tempat lain, tempat-tempat wisata sejarah yang seperti bale panyawangan ini. Supaya menarik minat para pendatang terutama para generasi muda untuk tidak anti sejarah dan buta akan budaya nya sendiri.

Budayakan comment setelah membaca :)

Baca Juga