Tuesday, April 17, 2018

#1 Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen Terlampaui (Malang - Bromo)

Perjalanan mengesankan selanjutnya yaitu ketika menyambangi Jawa bagian timur. Yeaaa akhirnya kesampaian juga, menginjakan kaki di timur pulau Jawa. One of my bucket list by the way, setelah beberapa waktu lalu perjalanan baru sampai Jawa Tengah saja. Dan itupun baru ke sedikit tempat saja. Hehehe.

Selalu ada keinginan untuk memperluas jejak kaki ini, mencari pelajaran disetiap perjalanan. Dan akhirnya berkesempatan untuk mencoba menjajal wisata Jawa Timur. Alhamdulillah.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen Terlampaui

Tantangan perjalanan dimulai sejak membuat perencanaan. Saking banyaknya destinasi di Jawa Timur, membuat saya bingung. Rasanya ingin memasukan semuanya ke dalam list. Hehe. Tapi apa daya, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, terutama persediaan waktu dan tentunya budget. Sehingga dipilihlah beberapa objek wisata Jawa Timur yang akan menjadi tujuan perjalanan saya. Yaitu Malang dan Banyuwangi, dengan waktu 1 minggu perjalanan.

Rute Malang sampai Banyuwangi sering dipilih para pelancong untuk misi explore Jawa Timur. Karena selain sekalian, destinasi yang ditawarkan juga sangat menarik. Selain Malang dan Banyuwangi itu sendiri, kita bisa mampir-mampir ke daerah-daerah yang dilewati yang juga menawarkan wisata yang bagus. Misalnya probolinggo, lumajang, dll. Tapi tentu harus menggunakan kendaraan pribadi untuk estafet seperti itu. Karena saya sambung-menyambung oleh kendaraan umum, akhirnya hanya bisa ke Malang dan Banyuwangi saja.

Di artikel ini saya akan sharing perngalaman bagaimana mengatur rencana untuk explore Jawa Timur lebih tepatnya Malang – Banyuwangi dengan memanfaatkan kendaraan umum. Destinasi wisata apa yang bisa di dapat, homestay, akomodasi, dll. Insyaa Allah akan saya sisipkan juga kontak-kontaknya.

Seperti biasa, saya pergi dengan gerombolan teman-teman. Menariknya, kali ini partner jalan saya lebih banyak dari biasanya. Kalau kemarin paling banyak 7 orang, sekarang terkumpul 13 orang. Wah.. wah.. Dan ini tentunya menjadi tantangan lagi untuk saya dalam menyusun semua rencana perjalanan. Diantaranya soal bagaimana mengatur tempat Istirahat (homestay), akomodasi, dll. Yang mana harus bisa menampung orang banyak, dan tentunya tidak membuat pengeluaran bengkak.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen Terlampaui

Sebetulnya ada keuntungannya dengan anggota yang banyak itu, selain akan lebih seru tentunya. Banyak anggota juga akan meringankan biaya. Sebagai contoh, karena kami kemarin (salah satunya) mengunjungi Gunung Bromo, yang mana kita perlu menyewa kendaraan Jeep untuk naik ke atas.

Dengan anggota yang banyak, kita bisa sewa private jeep. Dengan biaya yang lumayan lebih hemat daripada ikut Open Trip para agen-agen tour Bromo. Biasanya dengan ikut OT harga dipatok sekitar 300 – 350k/orang dan digabung dalam 1 jeep dengan stranger. Sedangkan bila sewa jeep sendiri (dengan anggota yang cukup), biaya sharecost masih jauh dibawah itu. Selain itu juga kita bebas pilih destinasi sesuai keinginan, gak ngikutin jadwal orang.

Saya memulai perjalanan Rabu, 14 Maret 2018 dan sampai dirumah kembali pada hari selasa, 20 maret 2018.

Sejak 1 bulan sebelumnya, rencana sudah mulai dibuat. Sampai mendekati hari-H, itinerary sudah tersusun rapi. Meskipun pada kenyataannya kami tidak selalu terpaku pada jadwal. Intinerary sangat perlu hanya sebagai patokan saja. Dalam hal ini juga untuk gambaran kepada teman-teman.
Berikut agenda perjalanan kami.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiItinerary Bromo - Ijen

Ya. Selain akan mengunjungi primadonanya Jawa Timur yaitu Gunung Bromo dan Kawah Ijen. Kami juga berencana untuk singgah dibeberapa tempat disekitarnya. Yaitu explore wisata di Malang kota, explore wisata di kota Batu dan explore pantai-pantai di Banyuwangi. Alhamdulillah berjalan sesuai rencana. Jadwal yang cukup padat dalam 1 pekan. Rasanya hanya sebentar, selain karena banyak juga waktu yang dihabiskan diperjalanan.

Kami berangkat menggunakan kereta tujuan Malang dari stasiun Pasar Senen, sekitar pukul 3 sore. Perjalanan yang lumayan panjang, 16 jam atulah. Sudah tidur, bangun, tidur lagi, selonjoran, tengkurep, makan, bolak-bolak WC dan belum sampe juga. Hahaha.

Hingga akhirnya tibalah kami di kota Malang ke-esokan harinya yaitu kamis 15 Maret, sekitar pukul 8 pagi. Ahhh lega.. Langsung bersih-bersih deh. Sarapan biar sedikit fresh dan siap untuk misi pertama, explore Malang kota.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiItinerary Selama di Malang

Kami memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat terdekat saja disekitaran pusat kota Malang. Ya, tidak bisa dibohongi badan sudah menolak untuk diajak cape-capean. Karena di dalam kereta semalaman dengan istirahat yang tidak karuan, membuat badan sedikit kelelahan. Mungkin efek kurang tidur.

Belum lagi nanti malam kami akan midnight ke Bromo, yang pastinya tidak akan tidur lagi semalaman. Jadi harus benar-benar irit tenaga, perjalanan masih panjang.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen Terlampauidi salah satu sudut St. Malang

Di kota Malang kami mengunjungi beberapa tempat, diantarnya: Alun-alun Merdeka Malang, Masjid Jamik, Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni, kemudian ditutup dengan berwisata kuliner mencicipi Bakso yang cukup terkenal di Malang yaitu Bakso President.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiKampung Tridi, tarif 3k/orang

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiSalah satu sudut di Kampung Tridi

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiKampung Warna-warni, tarif 3k/orang

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiJembatan kaca penghubung Kampung Tridi & Kampung Warna-warni

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiAlun-alun Merdeka Malang

Setelah puas berkeliling di kota Malang. Selanjutnya kami menuju penginapan pertama yaitu di daerah Tumpang, Kab. Malang. Salah satu daerah perlintasan untuk ke Gunung Bromo. Lokasinya sudah keluar dari kota Malang, yaitu sekitar 1 jam perjalanan dari Malang. Setelah menunggu jemputan mobil yang sudah di rental, sekitar jam 3 sore kami berangkat menuju penginapan.

Akhirnya bisa rebahan juga, hehehe. Menepati janji kepada badan kami sendiri.

Tidak ada acara apa-apa malam itu, hanya quality time saja. Ngobrol-ngobrol santai sambil menikmati makanan seadanya. Dan kemudian tidur.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiQuality time, menghabiskan malam di penginapan

Alarm pun berbunyi menandakan jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Kami harus bersiap untuk melanjutkan petualangan. Yihaa bromo. Karena tekad sudah bulat kami cukup semangat, meskipun mata masih sepet. Gasssss lah..

Kali ini kami menggunakan kendaraan jeep yang sudah kami pesan untuk mengantar kami ke Bromo. Untuk menampung 13 orang ini, kami memakai 2 jeep. 1 jeep berisi 6 orang, 1 lagi berisi 7 orang. Sebetulnya maximal 6 orang kata mas nya, tapi kelebihan 1 orang mah bisa lah.

Kami memakai jasa mas Imam dan rekan untuk rental jeep. Sepaket dengan rental mobil avanza yang menjemput kami dari Malang dan sepaket dengan penginapan juga. Cukup recommended, dengan harga yang bersaing.

Kontak : 0812-3320-0022 (Mas Imam Baihaqi)

Perjalanan dimulai sekitar pukul 00.30, tidak lupa kami memulai perjalanan dengan berdoa bersama. Jarak dari Tumpang ke Bromo tidak begitu jauh. Tapi lumayan sih. Sekitar 2-3 jam. Berbeda apabila kita memulai midnight dari kota Malang. Biasanya orang-orang akan start sekitar pukul 11 malam, karena perjalanan kurang lebih memakan waktu 4 jam.

Mula-mula jalanan lurus menanjak. Setelah keluar dari pemukiman dan masuk hutan, mulai sedikit extrim nih. Jalanan khas pegunungan, berbelok-belok dan menukik. Jangan khawatir, mas sopir sudah sangat cekatan mengendalikan mobilnya. Sepertinya doi sudah hapal setiap tikungannya. Meskipun akan tetap bikin gemeteran. Tapi seru! Dijamin gak bisa tidur karena sibuk menikmati dan sibuk berdoa. Hehehe.

Melalui jalur ini kita akan lebih dulu sampai di kawasan Gunung Bromo sebetulnya. Tapi karena destinasi pertama adalah sunrise point, jadi kita melanjutkan perjalanan ke lokasi diatasnya Gunung Bromo. Jalanan naik lagi dan semakin menukik. Sampai akhirnya kita sampai di tujuan pertama yaitu Pananjakan (sunrise point).

Suhu diatas sangat dingin. Pastikan kalian memakai jaket yang tebal ya kalau kesana. Tapi kalaupun masih kurang tebal, di lokasi pananjakan dan bahkan dari gerbang bawah, banyak yang menjajakan sewa perlengkapan hangat. Jaket, kupluk, sarung tangan, dll. Selain disewa, ada yang dijual juga.

Kita perlu berjalan kaki sedikit dari parkiran jeep sampai ke sunrise point, lokasi yang dipakai para pengunjung menikmati matahari terbit. Tempatnya seperti balkon, cukup luas dan sudah ditembok. Banyak anak tangga yang bisa dipakai untuk duduk-duduk. Katanya sih baru selesai renovasi, mungkin awalnya cuma lapangan tanah atau bagaimana? I don’t know.

Sekitar pukul 4 lebih kami sudah sampai di lokasi pananjakan. Dan tentu saja matahari belum menampakan dirinya. Akhirnya kami hanya duduk-duduk santai menunggu, sembari menikmati dinginya Bromo yang semakin lama semakin menusuk. Brrrrr...

Duduk-duduk menunggu matahari terbit

Setelah hari mulai terang, mulai terlihat lah disekeliling kami. Dan ternyata, Masyaa Allah pemandangannya. Dibawah sana view Gunung Bromo terlihat sangat indah. Ditambah sinar matahari yang perlahan menyinari menambah syahdu pemandangan, dan juga menghangatkan tubuh kami yang sedari tadi kedinginan.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiView dari Pananjakan

Ngomong-ngomong kami sangat beruntung bisa mendapatkan moment sunrise ini. Berhubung cuaca kemarin itu sebetulnya sedang galau. Kata mas supir sudah 3 hari berturut-turut sebelum kami datang selalu hujan, baik sore hari atau pun tengah malam. Meskipun pagi hari kadang bisa cerah. Tapi waktu itu, sejak kami datang sampai turun lagi dari Bromo tidak ada hujan gerimis pun. Sehingga sunrise pun datang dengan sangat sempurna. Golden sunrise. Alhamdulillah.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen TerlampauiGolden Sunrise Bromo

Setelah puas menikmati sunrise dan puas pepotoan. Kami pun bergegas kembali ke parkiran untuk turun dan menuju destinasi selanjutnya. Masih banyak spot-spot ketje di Gunung Bromo selain pananjakan. Yaitu antara lain Pura Luhur (Poten Bromo), Kawah Bromo, Bukit Widodaren, Love Hill, Bukit Teletubies, Pasir Berbisik, dll. Kami pun menjajal satu persatu spot Bromo yang sangat keren-keren itu.

Oh ya, for your information di lokasi Pananjakan Gunung Bromo ada toilet & mushola, bagi yang akan melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu. Juga ada warung-warung kopi yang menyediakan makanan-makanan kecil untuk mengganjal perut kalau lapar. Untuk sarapan, kita bisa makan di jongko-jongko sekitaran parkiran kawah. Ada beberapa penjual nasi jagung, lumayan lah biar perut gak berontak dan ada tenaga untuk naik ke kawah Bromo.

Untuk sampai dikawah Bromo sangat butuh perjuangan lho. Kita harus menaiki anak tangga yang jumlahnya sangat banyak. Ratusan. Katanya sih sekitar 200 anak tangga. Tapi kalau kurang yakin, boleh hitung sendiri hehehe.

Satu demi satu spot di Bromo pun sudah berhasil dilewati dengan kepuasan yang tidak terhingga. Tidak sia-sia perjuangan tidak tidur semalaman, semua terbayar sudah dengan keindahan alam Bromo. Masyaa Allah. Tidak berhenti mulut dan hati ini berdecak kagum, memuji sang pemilik segala keindahan.

Sekali Angkat Ransel, Bromo sampai Ijen Terlampaui

Oh ya, sampai lupa. Tarif masuk Bromo per Maret 2018 adalah 27.500/orang (weekday) dan 32.500/orang (weekend). Tapi biasanya tiket masuk sudah include dengan harga rental jeep, kalau kalian memakai private jeep.

Kurang lebih pukul 12 tengah hari, sehabis makan siang kami turun kembali menuju penginapan di daerah Tumpang. Jangan tanya apa yang dilakukan kami sepanjang perjalanan, tidur!

Sampai penginapan pun rasanya sulit menahan kantuk yang teramat ini. Padahal kami harus segera bergegas menuju kota Malang dan lanjut ke kota Batu untuk menuju penginapan yang kedua. Ah gak baik kalau ditahan-tahan, tidur dulu lah. Meskipun hanya 1-2 jam, lumayan untuk menyegarkan badan. Hehe.

Akhirnya kami baru checkout sekitar pukul 4 sore. Agak telat memang, berhubung perjalanan dari Tumpang ke kota Batu cukup jauh, sekitar 2 jam. Dan benar saja, selain jalanan macet hujan pun mengguyur sangat deras. Sehingga laju mobil yang kami tumpangi menjadi sangat lambat. Kami baru sampai di homestay Batu sekitar pukul 6 sore.

Banyak yang bisa dilakukan saat malam di kota Batu. Sekedar jalan-jalan malam asik banget disana. Kulineran, duduk-duduk di Alun-alun dll. Kemudian ada wahana hiburan malam yaitu Batu Night Spectaculer yang sudah terkenal itu.

Tapi beberapa dari kami memilih untuk stay di penginapan, mungkin karena kecapean. Jadi malam itu agendanya free time saja, ada yang jalan-jalan ada juga yang istirahat.

Agenda hari selanjutnya (17 maret) adalah explore kota Batu, lalu melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.
Super banyak wisata-wisata di kota Batu. Kebanyakannya sih wisata alam, karena kota Batu sendiri berada di dataran tinggi.

Karena sudah kepanjangan, simak kelanjutan sharing pengalaman mengexplore Jawa Timur di page berikutnya. Perjalanan kami di kota Batu dan di Banyuwangi, silahkan melipir ke Explore Jawa Timur part 2.

Budayakan Comment Setelah Membaca

Baca Juga

2 komentar

mantap ceu, .... sakali2 mah hayang milu ihhh mun mau berencana coba kasih tau wkwkwkwk .. ameh menyesuaikan dengan libur kerja :D

Hayu atuh ah Juli Dieng - Yogya atau Belitung.